MENJELANG PENSIUN, APAKAH HARUS TAKUT ?


Ketika masih sekolah, kita diajari hal-hal untuk hidup di masa dewasa. Ketika dewasa, kita diajari cara-cara meraih sukses dalam bekerja. Namun dalam kurun waktu kita bekerja, tidak ada buku-buku yang membahas tentang cara-cara menjalani pensiun, padahal saat pensiun pasti tiba, dan merupakan kesempatan bagi kita untuk menikmati kesuksesan dan kesenangan yang paling akhir pada usia tua.

Para pegawai negeri sipil, guru, militer, polisi, karyawan perusahaan swasta, BUMN/BUMD, dlsb. ketika berusia 55 tahun, apabila ditanya : Apakah yang paling di takutkan ? kebanyakan dari mereka hampir pasti menjawab : PENSIUN.

Apa itu "Pensiun" ?

Pensiun tampaknya menjadi hal yang menakutkan bagi sebahagian besar pegawai/karyawan.
Apa lagi bila seseorang telah menjabat posisi tertentu, memiliki kekuasaan yang serba diliputi
dengan fasilitas dan kemudahan lain yang sangat bisa diandalkan.

Sebagai sebuah istilah, pensiun, dapat dimaknakan sebagai purna bhakti, tugas telah selesai atau berhenti ( retire ); Makna " berhenti " di sini oleh sebahagian orang sering disalah artikan sebagai tidak punya penghasilan yang cukup, kehilangan jabatan, peran, status dan peran serta harga diri.
Pemahaman tersebut seharusnya dimaknai secara benar dan positif, dimana pensiun hanya sebatas berhenti bekerja dari pekerjaan formal dan rutin dari suatu instansi atau dari perusahaan milik orang lain/atasan, bukan berarti berhenti berusaha dan bekerja dibidang lain.
Di mana pun anda bekerja, waktu pensiun, cepat atau lambat akan terjadi, sebagai bentuk kebutuhan instansi/perusahaan yang menginginkan kinerja dan gerak langkah yang lebih dinamis, lebih cepat dan menyesuaikan diri dalam persaingan; Selain itu, untuk regenerasi, karena tenaga kerja muda yang tumbuh dan telah siap kerja lebih besar jumlahnya, sehingga perlu diakomodir, disamping bisa dibayar dengan gaji yang relatif lebih kecil, sekaligus sebagai bentuk efesiensi biaya.
Fase akhir bagi pegawai/karyawan akan menjadi tekanan yang sangat memukul dan menggoncang jika tidak memiliki kesiapan mental, karena kehilangan pekerjaan, jabatan fasilitas, penghargaan status sosial, dan lingkungan pergaulan yang sudah akrab selama bertahun-tahun adalah sungguh terasa berat bagi sebahagian besar pensiunan.
Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, sorang pensiunan akan menjalani kehidupan sebagai lansia selama 20 - 25 tahun ( Data statistik tahun 2025 yang akan datang, di prediksi jumlah lansia Indonesia meningkat 414 % dibanding tahun 1993, adalah tertinggi di dunia ).
Inilah periode kehidupan panjang yang harus dipersiapkan secara matang agar berbahagia di masa tua. Apalah artinya hidup lebih lama bila tidak memiliki nilai - nilai kehidupan yang berkualitas ?.

Persiapan Dan Kesiapan Pensiun

Kebahagiaan atau kesedihan yang diperoleh seseorang ketika pensiun sangat dipengaruhi oleh persiapan dan kesiapan yang dibuatnya jauh hari sebelum saat pensiun tiba.
Hasil penelitian Unversitas Michigan yang melakukan penelitian terhadap para pensiunan menunjukkan, bahwa 75 % pegawai/karyawan yang menbuat persiapan sebelumnya, akan menikmati masa pensiunnya dengan bahagia dibandingkan 25 % lainnya yang tidak membuat persiapan. Selain itu, dapat pula diambil pengalaman dari banyak orang, sebagai nilai - nilai yang dapat diambil sebagai pembelajaran dari kejadian masa lalu : Persiapan apa dan bagaimana yang dikaitkan dengan penentuan apa yang ingin diraih ketika masa pensiun tiba dan bagaimana cara mencapai tujuan; seluruh persiapan diarahkan/difokuskan pada tujuan yang hendak dicapai, bahkan idealnya, persiapan pensiunan itu perlu dilakukan sejak awal mulai bekerja, bukannya 1 - 2 tahun sebelum tibanya saat pensiun.



0 komentar:

Poskan Komentar

 
Home | Gallery | Tutorials | Freebies | About Us | Contact Us

Copyright © 2009 Rizky Pratama |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.